Monday, June 25, 2018

KEWIRAUSAHAAN
 PERJALANAN WIRAUSAHAWAN SUKSES



Disusun Oleh :
Kelompok 1
1.      Ica Triyanza ( 1720603102 )
2.      Imam Sahputra ( 1720603106 )
3.      Vera Apriana ( 1720603159 )
4.      M. Diki Nurdiansyah ( 1720603117 )
                       
Dosen Pembimbing :
 Dr. H. Zainal Berlian.SH.,MM.,DBA

PRODI S1 PERBANKAN SYARIAH
FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS ISLAM
UNIVERSITAS UIN RADEN FATAH PALEMBANG
2018



PENDAHULUAN
A. LATAR BELAKANG
Dalam kewirausahaan, kekayaan menjadi relatif sifatnya. Ia hanya merupakan produk bawaan (by-product) dari sebuah usaha yang berorientasi dari sebuah prestasi. Prestasi kerja manusia yang ingin mengaktualisasikan diri dalam suatu kehidupan mandiri. Ada pengusaha yang sudah amat sukses dan kaya, tapi tidak pernah menampilkan diri sebagai orang yang hidup mewah, dan ada juga orang yang sebenarnya belum bisa dikatakan kaya, namun berpenampilan begitu glamor dengan pakaian dan perhiasan yang amat mencolok.
Maka soal kekayaan akhirnya terpulang pada masing-masing individu. Keadaan kaya miskin, sukses gagal, naik dan jatuh merupakan keadaan yang bisa terjadi kapan saja dalam kehidupan seorang pengusaha, tidak peduli betapapun piawainya ia. Ilmu kewirausahaan hanya menggariskan bahwa seorang Wirausahawan yang baik adalah sosok pengusaha yang tidak sombong pada saat jaya, dan tidak berputus asa saat jatuh.
Tidak ada satu suku katapun dari kata “Wirausaha” yang menunjukkan arti kearah pengejaran uang dan harta benda, tidak pula kata wirausaha itu menunjuk pada salah satu strata, kasta, tingkatan sosial, golongan ataupun kelompok elite tertentu. Di Indonesia, di penghujung abad ke 20 ini kewirausahaan boleh dikata baru saja diterima oleh masyarakat sebagai salah satu alternatif dalam meniti karier dan penghidupan. Seperti diketahui, umumnya rakyat Indonesia mempunyai latar belakang pekerja pertanian yang baik. Dengan hidup dialam penjajahan hampir 3,5 abad lamanya, nyaris tidak ada figur panutan dalam dunia kewirausahaan. Yang ada hanya pola pemikiran feodalisme, priyayiisme, serta elitisme yang satu diantaranya sekian banyak ciri-cirinya adalah mengagungkan status sosial sebagai pegawai, terutama pegawai negeri (kontras dengan status leluhur yang petani).
Pada era orde baru, pemerintah sadar bahwa untuk memajukan bangsa dan negara, peran serta masyarakat swasta harus dilibatkan secara serius. Oleh sebab itu keWirausahaan mulai dikampanyekan, dengan berbagai penekanan bahwa lowongan kerja tidak akan mampu menampung jumlah angkatan kerja yang dari tahun ke tahun semakin membengkak. Lebih jauh para pengusaha kecil dibina dengan harapan bisa berkembang menjadi tonggak tumpuan ekonomi di masa datang. Pengusaha besar diberi kemudahan, karena merekalah kini pemain-pemain utama yang mendukung tugas pemerintah di sektor ekonomi. Sebagai negara berkembang bisa dimengerti kalau terjadi berbagai ekses dan penyimpangan. Dengan masyarakat yang berlatar belakang non entrepreneur serta cendrung feodalis, bangsa Indonesia tampak kurang siap di berbagai aspek. Dalam periode transisi dari alam birokrasi ke iklim bisnis yang serba cepat, pacuan kewirausahaan menyebakan para pengusaha Indonesia kedodoran pada segi-segi yang amat penting, diantaranya faktor sikap mental (attitude), motivasi, etos kerja serta kesadaran tentang pengabdian kepada bangsa dan negara.
Setiap kegiatan yang mempunyai bobot persaingan, memerlukan ketajaman naluri. Seorang pemburu memerlukan naluri untuk bersaing dengan buruannya. Demikian juga dalam dunia kewirausahaan. Pengusaha bersaing tidak hanya dengan perusahaan-perusahaan pesaing, tetapi juga dengan keadaan dan situasi tertentu, seperti moneter dan ekonomi, politik, perubahan kebijaksanaan pemerintah. Untuk dapat mengantisipasi setiap perkembangan yang mungkin terjadi, seorang Wirausahaan perlu melatih naluri keWirausahaannya, agar selalu siap menghadapi hal apapun dantetap bertahan hidup.
Kim Woo Chong, pendiri Daewoo, mengatakan bahwa sekali wirausahawan memproklamirkan diri sebagai seorang Wirausahawan, maka semua pemikiran dan tindakan wirausahawan adalah untuk usaha. Wirausahawan harus “ merendam “ jiwa raga wirausahawan kesana.
Makin lama wirausahawan menjiwai dunia wirausaha, makin banyak pengalaman wirausahawan, maka makin tajamlah naluri wirausahawan. Seseorang yang mempunyai komitmen diri yang teguh akan sikapnya adalah orang yang mampu untuk menjadi pemimpin yang selanjutnya cara dan metode yang diterapkannya disebut Kepemimpinan. Suatu pedoman bagi kepemimpinan yang baik adalah “perlakukanlah orang-orang lain sebagaimana wirausahawan ingin diperlakukan”. Berusaha memandang suatu keadaan dari sudut pandangan orang lain akan ikut mengembangkan sebuah sikap tepo seliro. Pengusaha yang berpeluang untuk maju secara mantap adalah yang memiliki jiwa kepemimpinan yang sangat menonjol. Ciri-ciri mereka biasanya sangat menonjol, dan sangat khas. Dimana keputusan dan sepak terjangnya sering dianggap tidak lazim dan lain dari pada umumnya pengusaha.
Mereka “tampil beda”. Salah satu contoh : adalah Kim Woo Chong, seorang Wirausahawan terkemuka di Korea, pendiri kelompok Daewoo. Kim tidak pernah terpengaruh oleh sepak terjang pengusaha-pengusaha lain dan ikut-ikutan mengejar trend bisnis yang ramai-ramai dilakukan orang. Pada saat para pengusaha lain berlomba-lomba mencari pasar di Amerika dan Eropa, ia secara mengejutkan justru menerobos negara-negara tirai besi, seperti Rusia dan sekutu-sekutunya. Lebih mencengangkan lagi ia juga merangkul negara-negara yang sejauh ini sangat ditakuti dan diharamkan oleh negara-negara penganut kapitalisme seperti Libia dan Iran. Akan tetapi kenyataan membuktikan bahwa Kim benar. Dengan keputusannya itu ia, dan Daewoo berkembang menjadi salah satu konglomerat terbesar di Asia serta diperhitungkan dimana-mana termasuk Amerika dan Eropa.
Charles Webber: 1970, mengatakan bahwa untuk menjadi negara maju, minimal diperlukan 2% komunitas pengusaha besar dan 20% komunitas pengusaha menengah dan kecil, dan tentunya untuk dapat dan mau menjadi pengusaha sangat diperlukan rangsangan makro maupun mikro serta bakat-bakat kepemimpinan pada warga negara di suatu negara. Bagaimanakah dengan kondisi kewirausahaan, kepemimpinan serta motivasi apa saja yang mendorong para pengusaha kecil untuk berwira usaha?. Untuk inilah makalah ini ditulis.

B. METODE PEMBAHASAN
            Dalam hal ini penulis menggunakan :
1.      Metode Naratif
Sebagaimana ditunjukkan oleh judulnya, pembahasan ini bertujuan untuk memberikan suatu cerita dari narasumber tentang suatu usaha yang sedang dijalankan sampai mencapai kesuksesan.
2.      Survei
Proses yang dilakukan melalui wawancara, mengumpulkan data-data dan keterangan dari seorang narasumber yang ada hubungannya dengan usaha yang sedang dijalankan.

C. TUJUAN
1.      Sebagai contoh yang bisa ditiru apabila ingin menjalankan suatu usaha.
2.      Untuk memenuhi tugas mata kuliah Kewirausahaan.













BIODATA NARASUMBER



Nama : Marzani
Tempat Tanggal Lahir : Oku, 16 januari 1967
Agama : Islam
Alamat : Jl. Panca Usaha lr. Wakaf 1, kertapati, Palembang.
Status : Menikah
Pekerjaan : Wiraswasta
Motivasi : Jangan pernah takut untuk mencoba.
Riwayat Pendidikan :
SD : SD NEGERI 2 Minaga Besar
SMP : SMP METHODIST 3 Palembang
SMA : SMA METHODIST 3 Palembang









Perjalanan Hidup Wirausahawan

            Bapak Marzani adalah salah seorang yang dari muda sudah merantau ke palembang yang berasal dari Oku. Pak Marzani juga salah satu dari banyak pemilik usaha jual beli motor yang sukses. Agum Motor, itulah nama showroom motor yang dimiliki oleh pak Marzani. Bagi pak Marzani, sukses itu mudah asal ada kemauan, niat, dan tentunya berusaha. “Masalah gagal atau tidaknya itu urusan belakangan, yang penting kita sudah mencoba dan berusaha. Dan tentunya kita tidak boleh lupa sama yang maha pencipta yaitu Allah swt. makanya dibalik usaha kita, kita juga harus tetap berdoa kepada yang diatas” ujar pak MarzaniSingkat cerita, pada tahun 90-an setelah pak Marzani menikah, pak Marzani bekerja disalah satu pabrik yang ada di kota palembang. Pak Marzani bekerja di pabrik tersebut sudah sejak sebelum menikah. Namun, ketika beberapa tahun kemudian setelah menikah, pabrik tempat pak Marzani bekerja mengalami bangkrut. Tapi, perjuangan pak Marzani tidak berhenti sampai disitu saja. Setelah tidak bekerja lagi di pabrik itu, pak Marzani dan istrinya mencoba buka usaha menjual manisan. Modal untuk membuka usaha jual manisan ini adalah tabungan dan gaji terakhir pak Marzani selama bekerja di pabrik. Namun tidak semua uang yang sedang dimiliki pak Marzani pada saat itu dimodalkan semua ke usaha jual manisan tersebut. Sebagian tetap disimpan untuk keperluan selanjutnya. Keuntungan dari menjual manisan tersebut pun dikumpulkan oleh pak Marzani dan istri untuk modal usaha berikutnya.
            Setelah tabungan terkumpul cukup banyak, pada tahun 1995-an pak Marzani mencoba membeli beberapa unit becak. Becak tersebut ada yang di perjual-belikan dan ada juga yang di sewakan. Usaha tersebut terus berjalan sampai sekitar pada tahun 1998. Pada tahun 1998, semua becak yang dimiliki pak Marzani pun dijual. Pak marzani menjual semua becaknya bukan karena dia bangkrut atau dia sedang mengalami krisis ekonomi, tetapi pak Marzani ingin mempunyai usaha yang lebih baik lagi dibandingkan usaha jua-beli/menyewakan becak.
            Setelah semua becak terjual, pada saat itu pak Marzani membeli satu unit motor bekas tapi masih bagus yang harganya Rp. 2.000.000. Lalu, motor itupun dijual kembali oleh pak Marzani dengan harga Rp.4.000.000. Dan hasil jual motor yang harganya Rp.4.000.000 itupun pak Marzani membeli motor lagi yang harganya Rp.2.000.000, jadi pak Marzani mendapatkan 2 buah motor. Dan begitu juga seterusnya sampai motor yang akan dijualkan pak Marzani pun semakin banyak. “Walaupun harga modal beli motornya Rp.2.000.000, dijual dengan harga Rp.3.000.000 pun kita sudah mendapatkan untung sebesar Rp.1.000.000 , tidak apa-apa kan lumayan juga untungnya satu juta” ujar pak marzani.
            Dalam menjalankan suatu bisnis, tentu saja ada kendala yang pernah terjadi. Salah satunya, pak Marzani pernah ditipu oleh temannya sendiri. Temannya tersebut adalah teman di masa SMA –nya. Pak Marzani memang tidak terlalu akrab dengan teman satu sekolahnya tersebut. Tetapi, pada saat itu pak Marzani percaya saja pada temannya tersebut. Yang terjadi pada saat itu adalah temannya mengetahui bahwa pak Marzani mempunyai usaha jual beli motor dan temannya menemui pak Marzani dan bilang bahwa ada kerabat nya diluar kota mau membeli beberapa unit motor. Pada saat itu, kira-kira 5 unit motor yang dibawa temannya pak Marzani keluar kota. Namun, temannya tersebut melarikan diri bersama 5 unit motor tersebut. Pada saat itu, usaha yang belum benar-benar maju, pak Marzani mengalami kerugian. Namun, kesalahan tersebut dijadikan pelajaran agar kejadian tersebut jangan sampai terulang kembali.
            Dalam berbisnis jual beli motor tersebut, tentu saja pak Marzani mempunyai target dalam penjualan. Pada saat ini,  pak Marzani memasang target penjualan minimal 30 unit motor dalam 1 bulan. Dan alhamdulilah target tersebut selalu tercapai, bahkan dalam 1 bulan lebih dari 30 unit motor telah terjual dan pernah juga mencapai 100 unit motor terjual dalam 1 bulan. Apakah pak Marzani pernah tidak mencapai target penjualan? Ya, tentu saja pernah. Karena pada saat itu pak Marzani menjual motornya tidak melalui berbagai media sosial. Dizaman sekarang yang semakin canggih, peran media sosial sangat penting dan sangat dibutuhkan dalam berbisnis. Karena dengan adanya berbagai media sosial, kita dapat memasarkan produk yang dijual dengan mudah. Sehingga, lebih banyak orang yang mengetahui apa yang kita jual.
            Ada banyak pesaing bisnis jual beli motor yang sukses di luar sana. Namun, dengan melihat pesaing yang sukses, pak Marzani tidak menjadikannya momok sehingga membuat pak Marzani takut akan bisnis yang dia jalani. “Jangan takut kalah saing dengan pesaing-pesaing yang diluar sana. Karena ketakutan itu sendiri yang tidak akan membuat kita maju. Maka, jika ingin maju berusahalah dan jangan takut.” ujar pak Marzani. Salah satu cara pak Marzani menghadapi pesaing jual beli motor itu sendiri yaitu, menjual motor dengan harga yang murah dibandingkan toko sebelah namun kualitasnya tetap bagus dan tidak ada kendala/kerusakan pada motor tersebut.
            Pada saat ini, pak Marzani sudah memiliki 2 cabang showroom, yaitu di Jl. Panca Usaha Kertapati dan Lrg. Wakaf 1 (dihalaman rumahnya sendiri) Kertapati, yang telah dipajang puluhan hingga ratusan kendaraan. Dari mulai motor bebek sampai motor sport. Harganya pun beragam, mulai dari Rp. 4 juta hingga Rp. 50 jutaan. Tentu saja kedepannya pak Marzani memliki proyeksi.
Dan suatu saat, pak Marzani ingin membuka usaha jual beli mobil. Bisnis tersebut juga bisa di amanahkan kepada anak-anaknya.
            Pada intinya, yang terpenting dalam memulai usaha itu adalah keberanian. “Jangan pernah takut untuk memulai suatu usaha. Masalah gagal atau tidaknya itu urusan belakangan yang terpenting kita sudah mencoba. Mengapa harus takut duluan, sedangkan dicoba saja belum. Dan tentunya taklupa, berdoa kepada yang Maha Pencipta. Jadi kuncinya itu adalah beroda, berusaha, dan berani” ujar pak Marzani.




























Tempat Tinggal Bpk.Marzani


Showroom Yang dimiliki Bpk. Marzani di lr. Wakaf 1, Kertapati.


Showroom yang dimiliki Bpk. Marzani di lr. Wakaf 1, kertapati.


Showroom yang di miliki Bpk.Marzani di Jl. Panca Usaha, Kertapati

Showroom yang dimiliki Bpk.Marzani di Jl. Panca Usaha, kertapati.

1 comment:

  1. No Deposit Casino Coupons, Promo Codes
    No 카지노 Deposit Casino Promotions, Coupons & Promo Codes are the latest in the online casino category and are now available at our affiliate links. Get 카지노사이트 discount codes 카지노사이트

    ReplyDelete